Author Archives: Luis

Otterbox Commuter for iPhone 5 Review

It’s been a while since i post a review about anything, i know. Not because i haven’t tried anything new, i have, lots of them. It’s just that i have been busy with work. But last week my colleague gave me an Otterbox Commuter for iPhone 5 for me to review and i owe that much to him.

So, what i have on my black iPhone 5 is the Otterbox Commuter in grey / white color combination like this picture here.

Otterbox Commuter

You can probably just go to Otterbox website at www.otterbox.com to find the detailed spec and all their marketing stuff, but in essence it is a double case with thick rubber-like material that covers your iPhone and a solid plastic based outer case that hugs the rubber.

The rubber inner layer is thick and will provide good cushion for any fall up to 1 meter high. I have tested this when i accidentally dropped my iPhone yesterday morning. More on this later. My iPhone survived the drop. However there are some little details that i think have been missed. First is the thin part right below the home button that runs across the bottom of the case. This part feels too thin, flimsy, and can not stay in shape. I will try post some pictures more but since i am posting this while in the gym, so please excuse me. The second thing is the marking from the moulding of the rubber is left unfinished, or in visual it looks rough. It’s like those little cheap plastic toys where you can see and feel the part where the parts joined together. Bad cosmetically.

But the major flaw for this case is not those little details, not the thickness of the case (it doubles my iPhone thickness), not the weight (it is heavy for me) but the choose of the material. Let me explain.

See that white part on the image above? That is the plastic, and it is damn slippery. Combined with the weight, this made me accidentally dropped my iPhone yesterday. It would be better if the rubber part is at the lower part of the case and not like it is now. We grip the phone on the lower part, the slippery plastic, and that makes it, well, prone to accidental drop.

**Bottom line:**
It will protect your phone but will also increase the possibility of you dropping your phone.

Selling my DSLR gear

Wow, udah hampir setahun gua ga nulis di blog ini. Guess I’ve been busy. Anyways, gua akhirnya mengambil keputusan yang sudah gua timbang-timbang cukup lama: menjual DSLR gua. Canon 5D Mark II yang merupakan salah satu kamera legendaris yang juga gua idam-idamkan, terpaksa gua jual karena fisik sudah tidak seperti dulu (baca: tua). Dalam perjalanan terakhir ke Vietnam gua udah ngeluh betapa merepotkan dan cape-nya membawa sebuah kamera DSLR profesional, sebuah lensa mid-zoom, sebuah lensa fix, dan sebuah flash, plus tripod. Tapi begitu pulang gua memutuskan gua masih sayang ngejual kamera gua.

Setelah perjalanan ke Thailand bersama keluarga beberapa waktu lalu, punggung gua membantu gua mengambil keputusan. Rasa sakit yang luar binasa membuat gua akhirnya menjual seluruh gear gua dan menggantikannya dengan sistem mirrorless. Dan kamera yang terpilih adalah Olympus OM-D EM5.

Nanti kalau sudah sempet gua tulis review deh soal kamera ini.

Menghubungi AppleCare Support Hotline

Jadi MacBook Pro bokap tempo hari tiba-tiba mati. Layar gak bisa nyala, sleep light nyala konstan. Gua bawa dong ke Authorised Service Provider dengan keyakinan penuh bahwa Mac bokap bakal diganti logic board-nya dengan gratis. Kenapa gratis? Karena Apple ada program pergantian untuk MacBook Pro buatan tahun 2008 yang menggunakan grafik NVidia 8600GT, persis seperti punya bokap. Tanda-tandanya pun sama.

Long story short..

Setelah dua hari dievaluasi, akhirnya gua mendapatkan vonis: MacBook Pro harus ganti logic dan tidak dicover oleh Apple.

Bete lah gua. Langsung gua menghubungi AppleCare Support Line di Singapore. Setelah menjelaskan duduk permasalahannya, customer service yang menerima telepon gua memberikan gua case number sambil berkata bahwa seharusnya gua mendapatkan pergantian gratis, sesuai program yang diadakan Apple. Habis tutup telepon, gua kontak lagi Service Provider yang tadi gua samperin dan memberikan penjelasan. Mereka akan menindaklanjuti. *happy*

Tapi sebetulnya post ini bukan soal itu, melainkan soal betapa si CS yang terima telepon gua menunjukkan empati yang begitu tulus, kelihatan banget dia berpihak pada gua, dan benar-benar berusaha mencarikan solusi yang terbaik bagi gua. Sangat berbeda dengan kebanyakan CS di sini yang begitu menghadapi komplain pasti langsung defensive dan cenderung menyalahkan customer.

Now i know why people swear in the name of Apple. Their customer service is superb.

Beliin mainan ketika naik kelas..

Jadi kemarin gua anterin anak gua, Nathan, ke sekolah. Tidak seperti biasanya, kali ini gua yang anterin dia sampe ke miss-nya. As usual dia kiss gua kanan kiri, terus hug. Tapi kali ini pas gua udah mau balik ke mobil, dia tiba-tiba narik tangan gua dan minta gua jongkok. Gua kira mau hug lagi, tapi ternyata dia bisikin gua, “Daddy, nanti kalau Nathan sudah naik kelas, daddy beliin Finn McMissile ya!”

Dengan yakin gua jawab, “Iya!”

Terus gua pun balik mobil, sementara dia jejingkrakan kegirangan sambil diliatin sama miss-nya.

Malamnya, ketika gua pulang, dia langsung menyambut gua dengan senyuman sumringah. Terus dia ngomong, “Daddy, mana Finn McMissile-nya?”

Gua melongo, “Lho, kan nanti kalau udah naik kelas?!”

Mata dia langsung merah, “Kan daddy udah janji tadi, kalau Nathan naik kelas daddy beliin Finn Mcmissile!”

Gua tambah bingung, “Kan belum naik kelas. Naik kelasnya kan nanti bulan depan..?!”

Dia langsung nangis..

Gua mikir..

Dan gua tersadar. Rupanya dia belum nangkep konsep naik kelas. Naik bagi dia artinya bergerak ke atas. Kelas, ya ruangan dia beraktivitas di sekolah. Dan secara kebetulan, sekolahan dia emang baru pindah ke gedung baru dan… kelas dia naik ke lantai 2. So, dalam otak dia, secara sah dan valid, dia sudah naik kelas, ke lantai 2, yang berarti daddy harus menepati janjinya untuk membelikan dia sebuah mobil radio control Finn McMissile kayak gini:

Finn McMissile Radio Control

#tepokjidat

Bobo’in Nathan

Sejak umur 4 tahun, Nathan mulai sering mogok tidur siang, terutama pas weekend. Kadang gua juga gak terlalu ambil pusing, mungkin dia pengen memaksimalkan waktunya sama gua dan ely, soalnya weekdays kan gua orang kerja. Jadi gua biarin aja. Kadang kalau kecapean dia tidur juga sih, tapi kebanyakan ya gitu, bertingkah pas ditidurin. Kata suster sih, hari kerja juga tidurnya susah.. Di ‘pok-pok’ sejam baru tidur, itu pun tidurnya cuma sejaman. -__-’

Tadi gua kebagian nidurin dia, sama seperti weekend-weekend yang lain. Dan dia bertingkah juga, minta diceritain Animal Kaiser, terus berimajinasi nerbangin pesawat jet. Ada monster lah apa lah..

Tiba-tiba gua iseng, gua bilang aja kalau ga tidur ntar ada monster keluar. Terus dia tanya, “keluar dari mana?”

“Dari situ..” kata gua sambil nunjuk colokan listrik yang udah rusak dan ga pernah dipake.

Terus dia lihat gua dan ngomong, “Nathan bobo.”

Terus dia merem dan lima menit kemudian dengkuran halus sudah keluar dari mulut dia. Kaget gua! Dari yang ga bisa diam tiba-tiba lelap! Hahaha..

Gua ga pernah bohongin dia soal monster sebelumnya. Gua selalu berusaha jujur, gak tahu kenapa kali ini gua iseng. Dan di luar dugaan gua, it works! Apakah gua akan ulangin trik ini? Enggak. Gua gak mau anak gua kehilangan kepercayaan sama gua.

20120317-150028.jpg

The new iPad

Semalam Apple mengumumkan iPad baru. Tanpa embel-embel HD ataupun angka 3 sebagai penanda bahwa ini iPad generasi ke-3, meskipun banyak orang yang sebelumnya yakin namanya iPad 3.

Sejujurnya, gua sempat merasakan adrenaline rush ketika nonton acara launchingnya. Retina Display, quad core graphics, 5MP optics. Terdengar luar biasa sekali. Langsung itung uang, bahkan sampe pre-order ke Singapore. Tapi terhenti di bagian payment.. Gara-gara harus pake kartu kredit sana. Blah.

Tapi sekarang, setelah semua settle down, kok kayaknya gak perlu-perlu amat ya. IPad 2 gua (yang dipinjemin oleh kantor) masih mumpuni banget buat sehari-hari. LTE juga belum bisa dipakai di Indonesia tercinta. Dan hey, sebagian besar aplikasi masih jalan di iPad 2. So buat apa upgrade (sekarang)?

So gua memutuskan untuk menunda pembelian iPad baru ini sampai waktu yang belum ditentukan.

Selain iPad baru, Apple juga launch iPhoto for iOS. Setelah melihat demonya gua langsung memutuskan beli! Dan so far, gua masih belum familiar banget makenya. Mungkin karena di iPhone dan iPad gua ga banyak foto (yang bagus) kali ya. Tapi looks promising, dan memang keren sih.

Shit idung gua mampet banget, mau minum Neozep dulu deh.

Down with the flu

I have been at iBox for a little over three years. Through out that period, I have gone through 11 exhibitions at JCC. 10 out of 11, I ended up with a flu. Why? I don’t know for sure. But i have identified several possible culprits:

  1. The amount of dust and other harmful particles floating in the air inside the exhibition area. I witnessed how they built the booths and trust me, it is NOT clean. My black shoes turned grey within minutes, all covered in dust.
  2. The low temperature. Somehow dyandra or whoever responsible for AC just had to set the air conditioner to the lowest possible temperature. Making most of my days there shivering in cold.
  3. Then there’s the long hours. Exhibition normally starts at 10:00am with preparation going one hour before that, and ends at around 10:00pm.

So here I am, down with the flu for the 11th times.